Komentar
Tinggalkan komentar Anda terhadap Cincin Merah di Barat Sonne:
Beberapa kesan dan resensi dari pembaca
- Juang Putra Widyangga (Mahasiswa Teknik Geodesi 2008) Buku yang sangat, sangat bagus pak. saya membaca buku ini kadang kadang sambil ketawa terpingkal, kadang sambil serius. hal yang paling saya suka adalah cara bapak dalam menganalogikan suatu permasalahan teknis menjadi suatu yang bisa ditangkap dengan mengambil sampel sederhana dari kehidupan sehari hari(dari interpolasi bisa bisanya bapak nyambung ke bayar listrik,, hhe). Sungguh buku yang sangat inspiratif untuk saya pribadi pak. Maju terus pak!!
- Fajrin hanggoro (market analyst) Buku ini memberi saya inspirasi untuk menggali pengetahuan lebih dalam lagi dan meneguhkan diri saya bahwa menjadi ilmuwan pun sangat menyenangkan. Gaya bercerita dalam buku ini mencerminkan selera humor penulisnya. Saya suka buku ini.
- Oktoriwanda (Mahasiswa Teknik Geodesi UGM (2007) Salut buat bapak, 2 hal yang jadi pikiran saya, pertama bangga punya dosen seperti bapak, banyak pengetahuan yang bisa saya ambil dari buku ini, dan kedua bikin saya minder dan iri soalnya sudah lama pengen nulis novel tapi belum kesampaian dan banyak sekali yang harus saya pelajari di dunia geodesi maupun pengetahuan umum lainnya. Semoga saja moment itu datang kepada saya… terus berkarya pak…
- Nursidiq (Hydrography Surveyor @ Fugro) Membaca buku ini, berbagai perasaan campur aduk. Saya baca buku ini saat mengarungi samudera untuk survey pemasangan Fiber optic cable di antara Lombok sampai Kupang. Air mata sempat tertetes. Terutama bagaimana rasa cinta terhadap keluarga, kawan, almamater sampai kampung halaman. Pak Andi memang jago merangkai suatu pengalaman dalam suatu buku. Kebetulan saya banyak mengalami kejadian yang seperti pak Andi alami. Bagaimana rasanya diantar istri ke bandara untuk pergi mengarungi lautan luas selama 1 – 2 bulan, bagaimana merasakan kehidupan di laut, bagaimana berinteraksi dengan bermacam-macam orang (negro, kulit putih, mata sipit) di laut dan bagaimana anak kampung udik yang kemudian bisa kuliah di Geodesi UGM dan sebagainya.. Itu juga saya rasakan dan saya alami. Cuma bedanya itu tidak terjadi cuma satu kali dalam hidup, tapi terus berulang-ulang, karena jadi buruh surveyor dilaut pekerjaan saya. Jadi saya baca buku itu serasa jiwa saya itu dalam buku itu. Satu yang membuat saya iri dengan Pak Andi, Pak Andi melakukan itu untuk kemajuan ilmu pengetahuan Geodesi yang kelak akan ditularkan untuk mahasiswa Geodesi UGM, sedangkan saya…(mungkin kalau dibilang kasar cuma mengejar Rupiah/$)…
Selamat Untuk Pak Andi… Teruskan perjuangan untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Geodesi UGM.. Salut Untuk Pak andi, angkat topi dan 2 jempol untuk Pak Andi.. Di tunggu karya yang lain… - Paluvi Wiriana (Alumni FE UI) Baru selesai baca bukunya semalem. Setuju ama Robert: It was a great book, more than i expected!! And thanx for the extra of “WAN SEGIN”! kocak abiisss! Simply superb!!
- M. Misdianto (Dosen, Indonesia) Pertama kali sie aku tertarik dengan komentar Mbak Najwa Shihab soal buku ini, dan karena di Gramedia ada satu buku yang terbuka, kucoba aja acak membaca salah satu babnya, eh itu membuatku JATUH CINTA.Buku ini memberikanku wawasan lebih lagi tentang Batas Landas Kontinen, ZEE, dan hal-hal yang berhubungan dengan hukum laut serta pemetaan laut. Sewaktu aku ngambil kursus selam, di buku panduan dikatakan bahwa sebagian besar bumi ini terdiri dari air, maka Indonesia sebagai negara kepulauan harus lebih paham soal hukum-hukum laut dan mustinya didukung dengan aparat yang menjaga laut ini dengan baik. Selain itu buku ini memberikan pencerahan padaku bagaimana caranya membagi ilmu untuk semua kalangan, dimana didalam buku ini dicontohkan bagaimana penulis menerangkan sesuatu hal kepada Ibunya. Bukan, bukan berarti Ibunya adalah orang tidak berpendidikan, tetapi lebih bagaimana menerangkan suatu bab pada orang kebanyakan agar mereka paham, dan aku salut dengan penulis untuk hal ini. Bravo! Yang membuatku tidak bosan, pengalaman pribadi penulis yang selama pelayaran selalu bertarung dengan satu hal, mabuk laut! He.. He.. He.. Bisa kubayangkan, kapal sekecil itu di tengah samudra luas dengan berbagai gelombang. Kalau aku ikut disana, waa pasti tiap hari aku menyelam dech! Akhirnya, aku rasa buku ini layak dibaca oleh siapa aja yang ingin memperluas wawasannya!
- Dewi Booth (Home Duties/Students – Sydney) Saya tinggal di Sydney dan pernah menginjakkan kaki di Wollonggong, Perth, dan pernah tinggal di Bali juga, ceritanya begitu memukau karena menceritakan tempat2 yang pernah saya kunjungi, begitu familiar,kocak, pengobat rasa rindu akan tempat2 itu. Buku ini penuh dengan ilmu pengetahuan dan penulis tidak pelit berbagi ilmu dalam bukunya.
- Sagita (Pekerja) Pak segera ditunggu jilid k-2. Klo bisa dilampirkan foto-nya, keliatannya bakalan lbh seru. Sukses yak pak..
- Ardian Munawar (Alumni Teknik Geodesi UGM 2004) Saya sudah membaca buku terbaru Bapak yang berjudul “cincin merah di barat sonne”. Dada saya tergetar setelah membaca “novel” ilmiah Bapak. Bapak telah banyak memberikan banyak nilai-nilai kemanusiaan dalam pengalaman Bapak berlayar di samudra hindia. Bapak tidak hanya menyampaikan pengalaman penelitian, tetapi Bapak juga menyisipkan pelajaran-pelajaran kehidupan yang mendalam dalam bahasa yang sederhana. Penyajian kegeodesian yang dianggap masyarakat awan terlalu rumit dipahami, Bapak jelaskan dengan sederhana dan mudah dipahami, tentunya belum semua aspek geodesi, namun menurut saya sudah cukup banyak menjelaskan apa itu geodesi dan beberapa hal penting terkait dengannya. Saya mendukung Bapak untuk terus menulis buku seperti “novel” tersebut, karena memang benar bahwa seni mampu membuat ilmu sangat terasa dalam dan berkesan -saya lupa ini teori siapa-.
- Sidik Sangadji (Mahasiswa Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura) Saya sudah baca buku yg Abang tulis …isinya luar biasa inspiratif Bang…
- Agung Nugroho (Mahasiswa Teknik Geodesi UGM) alasan awal saya membeli CMBS bukan karena bukunya, tapi lebih karena yang menulis itu pak andi. tapi setelah saya membaca buku tersebut ternyata bukunya, saya langsung terpikat mulai dari halaman pertama, isinya menarik, lucu, ada unsur seru juga. yang paling saya suka adalah klimaks di akhir cerita yang [disensor] sempat tegang juga membacanya. dan gaya penulisan pak andi terkesan simpel dan mudah dipahami( dan saya kayaknya lebih suka membaca buku ini daripada laskar pelangi yang dipenuhi istilah2 yang rumit), sehingga saya yakin orang yang berada di luar bidang geodesi pun akan tertarik membacanya. good work pak andi, saya tunggu karya panjenengan selanjutnya…
- Dyan Primana (Mahasiswa Pascasarjana, China) Bung Andi, sy sdh baca “Cincin merah di barat Sonne”… wah mantap, jujur, kocak dan cerdas lah pokoke.. top!.. sy rekomendasikan kawan2 hydrographer dan peneliti2 kelautan unt membacanya…biar bs berbuat sesuatu untuk laut kita.. selamat Bung.. sukses selalu menyertai..Gbu..
- Berlina Rasjid (Praktisi IT Astra, Bogor) Made, pada dasarnya aku sebetulnya kurang suka baca… tapi kadang2 suka tertarik juga. Tertariknya bisa macam2… kalo utk buku CMDBS, jujur aja awalnya krn kamu yg nulis… he he he. Dan ternyata aku suka…. suka banget… Apalagi saat kamu menjelaskan hal-hal teknis dengan analogi-analogi yg dapat dimengerti orang awam (kalo minjem istilahnya mas Bowo “pakai bahasa manusia”… he he he). Tapi sorry nih… mau komen dikit tentang beberapa istilah di bukumu… yang entah salah cetak atau kamu memang keliru yaitu “sepatu booth” yang seharusnya “sepatu boot” dan “bin bag” yang seharusnya “bean bag”. Anyway,… I love your writing…. keep up the good work!! Skalian bikin tetralogi seperti Andrea Hirata.. hehehe… bukunya Andrea aku cuma baca yg pertama, Laskar Pelangi. Tapi kalo kamu bikin tetralogi, aku janji akan beli dan baca semua. Oiya… makasih juga udah nyebut AOP…
Walaupun kamu gak nyebut satu persatu nama temen-temen, tapi aku merasa “kesebut” juga saat kamu sebut “teman yang baik” saat kamu di AOP. - Made S. Nita (Pembaca buku, Sydney) Walaupun tidak sempat membeli bukunya di Gramedia sewaktu di Jakarta, tapi saya tidak kehilangan akal untuk membaca karyanya Bli Andi dengan meminjam CMBS dari seorang teman (terima kasih Mas Dani). Komen saya : KEREN!! Buku yang bisa membuat saya penasaran untuk membaca tiap babnya. Bahasanya ringan, terselip humor-humor garing khas Bli Andi dan sedikit banyak memberi pengetahuan tentang bidang profesi yang digeluti Bli Andi, dimana selama ini saya hanya mendengar namanya saja tanpa tahu artinya apa
. Selamat Bli, semoga lahir karya-karya selanjutnya yang luar biasa! - Febri Iswanto (Asisten Peneliti Geospasial) Saya merasa sangat beruntung bisa menikmati salah satu karya jenius Bapak ini. Selalu ada pelajaran berharga yang saya peroleh dari tulisan-tulisan Bapak. Ketika membaca buku CMBS, seolah saya selalu berhasil terhipnotis untuk hanyut dalam suasana pada setiap bagian ceritanya. Saya seperti ikut melihat dan merasakan setiap detil kejadian, petualangan yang seru dan menegangkan, lucu dan kocak namun sarat ilmu pengetahuan. Anehnya setelah menyelesaikan satu bagian cerita, saya seolah ingin kembali dihipnotis sehingga enggan beranjak sebelum membacanya tuntas. Pak Andi memang selalu cerdas dan bijak memaknai setiap kejadian meski kecil sekalipun. Saya yakin, penyampaian persoalan geospasial dengan pemilihan ilustrasi terkait kehidupan sehari-hari yang memang tepat dan cerdas, buku ini akan mudah dipahami oleh masyarakat yang tidak mengenal ilmu geospasial sekalipun. Saya juga yakin buku ini bisa menjadi sarana untuk lebih dikenalnya ilmu geospasial oleh masyarakat luas.
- Dr. Prijono Nugroho Dj. (Dosen Teknik Geodesi UGM) Mas Andi, saya tidak sadar kenapa tiba-tiba keluar air mata, semakin deras ketika kata demi kata terbaca oleh hati, antara perasaan cemas dan berdosa sempat hanyut mengikuti kalimatmu, alhamdulillah tidak sedikitpun tersirat ungkapan sesal, air mata itupun berganti mengriringi rasa haru nan kagum, kamu masuk dengan cara yang benar, keluarpun dengan cara yang benar, hati kecil memang tidak pernah berbuat salah, ……semoga cincin itu akan terus melenterai Asti istrimu dan Lita anakmu.
- Iqbal Taftazani (Praktisi Geospasial -GPS, GIS, Surveying-, Jakarta) Dengan sedikit perjuangan dan penundaan (karena kehabisan stock) akhirnya saya bisa mendapatkan buku ini. Pada awal membaca senyum-senyum sendiri, dan ada keharuan saat membaca bagain-bagian awal buku
Seterusnya terombang-ambing oleh alur yang begitu runtut dan serasa saya berada di antara ‘cerita’ itu. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari buku itu. Ditunggu karya selanjutnya.
- Mahasiswa.com – Upayanya menggunakan bahasa populer, misalnya menjelaskan GPS (global positioning system) melalui obrolan anak kecil dengan pamannya patut diacungi jempol. Selengkapnya…
- Dwi Lestari (Dosen Teknik Geodesi UGM) Selamat atas karyanya yang luar biasa dan sangat menggugah ini. Kalimat demi kalimat dalam buku ini sangat indah dan cukup menyentuh pribadi saya, sehingga ketika memulai membaca buku ini saya enggan untuk menghentikannya sebelum selesai. Semangat yang bisa saya rasakan ketika membaca buku ini adalah rasa cinta kasih kita terhadap keluarga, bangsa, manusia dan lingkungan akan menumbuhkan gairah untuk mencari dan membagi ilmu pengetahuan demi kebaikan bersama yang dilandasi sikap-sikap positif. Semangat untuk selalu membantu dan senantiasa berfikir positif yang sama yang saya rasakan ketika bekerja langsung dengan Mas Andi dalam satu tim. Saya yakin tulisan ini memberikan inspirasi kami semua di sini (Geodesi UGM) untuk berkarya lebih baik. Selamat dan sukses untuk karya-karya selanjutnya.
- Putu Sucahyadi (AURI/Instruktur Penerbang/Adisutjipto-Jogja) Excellent Pak Andi…isinya menarik, mudah dimengerti, inspiratif…Selesai baca satu bab, pasti jadi penasaran apa ya cerita bab berikutnya…Sekarang saya penasaran apa ya buku Pak Andi berikutnya….ditunggu Bli…(mudah-mudahan masyarakat kita banyak yang punya kesempatan untuk baca buku ini). Sukses…
- Hevita Ani (Pembaca di Sydney) Love it! Paling suka baca buku yang kayak gini, bisa bikin ketawa, nambah ilmu dan honest.. Nulis buku aja susah, apalagi nulis buku bagus. It takes great talent.. Congrats, Andi!
- I Made Sudiana (PNS, Balai Bahasa) Keahlian penulis dalam menyampaikan hal ihwal keilmuan menjadi kekuatan novel ilmiah popular ini. Penulis melalui tokoh aku selalu mengaitkan berbagai hal kecil dalam keseharian dengan berbagai istilah keilmuan. Pengukuran kedalaman samudera dibandingkan dengan bagaimana tokoh aku kecil mengukur kedalaman sungai. Dengan sebatang kayu kering tokoh aku mengukur dalamnya sungai. Dengan kapal Sonne tokoh aku menjelaskan bagaimana mengukur kedalaman laut. Tokoh aku berhasil membuat hal yang rumit menjadi mudah untuk dimengerti. Setiap hal rumit dalam penelitian itu dijelaskan dengan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari yang sering kita hadapi.Pemilihan katanya membuat karya ini penuh makna.
- Ni Made Astini (Guru Bahasa Inggris SMP 2 Marga) Hasil karya yang excellent. Sarat ilmu pengetahuan dan menghibur. Mengabadikan orang-orang terdekat, termasuk ibu. Kesimpulannya “Nak Andi masih ter-genious diantara yang lain”.
- Gde Dolen (Surveyor, Bali) Te O Pe Be ge te… tyang baca dalam semalam, penasaran akan isinya & kembali larut dalam buaian ilmu geodesi selain juga pesan moral yang Bli tanamkan. Salute buat Bli.. Tyt ortu qt selalu mendukung, meskipun kt org pilihan itu salah, tp ortu qt menjadi org pertama yg membela qt. Saat ini tyang mengalami masa2 sulit dlm keluarga tyang & buku Bli menggugah arti sebuah keluarga bagi tyang.
- Widayati Nawangsih (PNS) Saya ga bisa berkomentar banyak…menurut saya buku ini sungguh LUAR BIASA….selamat…selamat….buat Pak Andi dan keluarga, kita tunggu cerita yang lain.
- Zulfa Sakhiyya (Mahasiswa pascasarjana La Throbe Uni – Melbourne) Saat dunia akademis kering dari idealisme dan hanyut oleh arus kapitalisme, Andi Arsana hadir dengan Kapal Sonne menjadi juru penyelamat dan menyuburkan kembali ruh pencarian ilmu pengetahuan. Selengkapnya..
- Asti Palupi (Ibunya Lita, pendamping hidup sang penulis) Awalnya saya tak berani memberi komentar pada buku karya mantan kekasih saya ini. Walaupun mgkn dianggap kurang obyektif tapi ini adalah ungkapan jujur saya. Buku ini, adalah paling spesial buat saya. Bukan karena ada sanjungan utk saya didalamnya tapi karena perjuangan yang ada dibaliknya. Buku ini kocak, mengharukan dan inspiratif. Mampu membawa kita berada didalamnya dan mengalaminya sendiri. Juga mampu membuka wawasan kita tentang geospasial. Mudah2an nilai2 positif buku inipun dapat diambil oleh para pembaca. Selamat ayah atas karyanya, lanjutkan perjuangan utk keluarga dan bangsa ini. Love Ibu ‘n Lita
- Eli Juniati (Alumni Teknik Geodesi UGM) Saya selalu suka buku yang membuat pembacanya terinspirasi, atau sampai kebawa mimpi setelah membaca novel tersebut. Salah satunya cincin merah di barat sonne ini. Appreciate buat Pak Andi, semoga akan lahir karya-karya lain yang bisa membuat kita semakin bangga jadi geodet. Mudah-mudahan, ada produser atau home production yang berminat untuk mem-filmkan, bisa jadi film sains nih….
- M. Nasir (Pembaca buku, Jakarta) Minggu kemarin pas lagi jalan-jalan ke TM Bookstore kebetulan liat dan beli buku [versi asli nih, bukan kopian
] tentang pengalaman Anda jadi student di University of the Sea. Sangat menginspirasi, terutama pada bagian kebanggaan sebagai orang Indonesia/identitas bangsa, gairah ilmuan, manusia setengah-setengah, dan the power of writing. - Diana Mahayani (Dosen Kehutanan UGM) Awalnya saya ditunjukkan buku ini oleh seorang teman. Setelah membaca beberapa halaman pertama, saya tidak bisa berhenti untuk membuka halaman2 berikutnya. Walhasil, saya menyelesaikan membaca buku ini sebelum si empunya buku! Isinya sangat lugas, antusias dan inspiratif sehingga mampu menyemangati para pelajar, peneliti dan kalangan lain yang masih setengah tertidur untuk melek dan berbuat sesuatu untuk negara ini. Keep up the good works Bli Andi!
- Farid Yuniar (Mantan mahasiswa, sekarang PNS) Jujur saja, saya membaca (draft) buku ini awal tahun lalu, jauh hari sebelum novel ini diterbitkan beberapa minggu yang lalu. Novel ini, diberikan Pak Andi ke saya sebagai hadiah wisuda. Saya tidak tahu harus berkata apa dan harus bagaimana berterima kasih atas penghargaan dan hadiah luar biasa ini.Suatu saat Pak Andi menanyakan, apa judul yang bisa digunakan untuk calon novel itu. la rouge sonne dans l’ouest Sonne. Ini sebenarnya alternatif judul novel yang saya berikan. Kalimat di atas menggunakan bahasa Perancis. Sonne dalam bahasa Perancis berarti cincin. Sedang Sonne yang di belakang adalah nama kapal yang digunakan melayari samudera luas di Australia sana. Saya merasa unik ada dua sonne dalam satu kalimat. Walau akhirnya nama yang dipakai adalah alih bahasa ke bahasa Indonesia, Cincin Merah di Barat Sonne, yang maksudnya bisa ditemukan di buku.Buku ini sesungguhnya motivasi yang memabukkan bagi saya. Menjadikan saya berkeinginan sangat kuat untuk juga, jika suatu saat berkesempatan, mengarung luas samudera, membaktikan diri pada bangsa dengan ilmu yang saya pelajari. Apalagi dengan background pekerjaan saya saat ini yang juga terkait batas wilayah.Selamat Pak Andi. Bapak sudah buktikan bahwa kesuksesan itu adalah milik mereka para pemberani!!!*kapan kita buat buku bareng pak? Haha. Salam sukses.
- Dede Pratiwi (Pembaca buku, Fairy Meadow, Australia) g udh baca smua Ndi, walopun ada bbrp istilah2 geodesi yg g gak ngerti (duuuuhh…g jd inget si Aik..hiikks), tp g gak pusing ama istilah2 itu, bahasa lo simpel, trus g demen ama kisah2 idup lo yg terselip2 di antara istilah2 yg g gak ngerti itu…kocak, menarik, g demen ama cara pandang lo terhadap hal2 yg kecil… skalipun….everything is positive n no judging!! nice work, hope to read this kind of book WAN SEGIN with my name in it, of cooorrzz!!
- Sora Lokita (Pengamat Ocean Affairs, New York ) Tidak banyak manusia di dunia ini yang diberi banyak bakat di dalam hidupnya oleh Yang Maha Kuasa. Andi Arsana adalah salah satu dari yang sangat sedikit itu. Dari seorang Geodet, yg pernah kesasar di bagian marketing dan kini telah menemukan his real passion as an expert in maritime boundary delimitation and ocean affairs issues, namun tidak berhenti untuk berkembang di bidang lain. Buku ini menjadi salah satu buktinya (email saya kalau mau tau bukti lainnya). Sebuah buku yg bisa mencerahkan siapapun yang dulunya awam akan ilmu geodesi, kelautan dsb.. dikemas dalam tata bahasa yang indah dan mengalir. Sisi humanisme dan kocak juga diselipkan di banyak bagian yang membuat pembaca ingin terus membacanya. MUST READ..
- Reni Swastika (PNS, Bappenas RI) Cincin Merah di Barat Sonne – saya memilihnya sebagai novel favorit sepanjang masa – sangat inspiratif, kocak, namun tetap serius menyajikan kisah tentang perburuan ilmu pengetahuan, pengungkapan atas misteri bawah laut. Dengan gaya bahasa yang sederhana, mengalir, membuat saya seakan terlibat langsung dalam petualangan bersama Sonne “Sang Matahari”, menyusuri lorong-lorongnya, kabin, geladak, merasakan dinginnya angin di waktu subuh, merasakan mualnya saat kapal terombang-ambing, penggambaran yang sempurna ^__^.
- Sayoga Wicaksana (Mahasiswa UGM, Fotografer) Seperti membaca Dan Brown.. selalu ada yang menarik.
- Denni Pascasakti (Geodet, Tangerang) Menarik dan cerdas.. Namun sepertinya ada beberapa bab yang hanya dimengerti orang geodesi [geospasial] saja, terutama penjabaran secara detil SIG dan GPS dan SBP.. Memberikan ispirasi kepada kami kaum muda geodesi, sehingga bisa ada gambaran bekerja di lautan dan bagaimana bekerja secara team work.. Bisa membuat saya benar benar seperti berada diatas kapal..trutama pada scene pak Andi mual2.. sampai saya ikut mual juga..he Oh iya,, kapan ya, pak Andi bisa nerbitin buku lagi dengan cerita seperti laskar pelangi,, dari perjuangan bapak di desa Tegaljadi sampai bisa keliling dunia?? laskar pelangi aja pasti bisa kalah tu Pak
- Rendhy Putra V (Mahasiswa Teknik Geodesi UGM) Gaya bahasanya keren, bisa membawa pembaca seperti tokoh yang mengalaminya. Isi bukunya kadang mengharukan, kadang lucu, kadang ilmiah, pokoknya semua lengkap, yang pasti tidak membosankan pembaca. Banyak memberikan wawasan & inspirasi!
- Ratna Diaji (Ibu mertua penulis
Nak ibu sudah baca bukunya. Terima kasih atas sanjungannya. - Rahmadiyanti R. (Jakarta) Tahu geospasial? Mungkin tak banyak dari kita tahu. Tapi penulis bisa dengan informatif tapi juga cair menjelaskan tentang hal tsb. Plus tentu pengalamannya di kapal Sonne, mengarungi Samudra Hindia, bersama awak kapal dari berbagai bangsa. Dengan cerdas, penulis juga meramu pengalaman tersebut dengan hal seputar pendidikan dan ilmu pengetahuan. Asli, saya banyak banget dapat wawasan baca buku ini!
- Haniasti Tresnandrarti (Geographer, Jakarta) This book is amazing!
- M. Nashihun (Owner GPSMurah.com) Butuh dua hari untuk melalap habis buku ini, inspiratif dan tidak membosankan. Ilmiah tapi seru. Banyak mengungkapkan hal yang dianggap tabu, menjadi tidak tabu. Sekarang saya jadi tahu berapa honor dan gaji dosen, sampe bisa tahu royalti seorang penulis di indonesia. Dan yang lebih mantab lagi.. orang awam bisa lebih tahu apa itu GPS dengan bahasa yang sederhana…. Smg karya ini bisa disinetronkan Pak!
- Toni Sobran (Surveyor Tambang Batubara, Kaltim) Saya suka susunan kata katanya. Expresif banget sehingga bisa membawa pembacanya seolah olah melihat langsung kejadiannya. Gaya bahasa tulisan di buku ini mengingatkan beberapa tahun lalu saat masa kuliah saat penulis menceritakan sesuatu hal. Penggunaan gaya bahasanya juga berani memadupadankan sehingga sehingga kaya makna tidak kalah dengan novelis best seller lainnya.
- Yunina R. S. Dewi (Pajak Bumi dan Bangunan, Depkeu, Jakarta) Aku baru baca bukunya, hampir nggak percaya itu yang tulis Andi. Hebat… nggak kalah kok ama andrea herata malah lebih realistis.
- M. Syukur (Pajak Bumi dan Bangunan, Depkeu, Jakarta) Saya tidak pintar untuk menilai sebuah karya satra.. Saya hanya bisa menikmati keindahannya… Kisahnya begitu inspiratif. Petualangan sangat menarik yang menampilkan diri penulis sebagai ilmuwan,manusia biasa, sahabat sekaligus sebagi suami dan ayah. Deskripsi tempat dan keadaan begitu jelas dan nyata seolah-olah kita berada ditempat tersebut. Sederhana mendeskripsikan ilmu/teknologi tapi tidak mengaburkan maknanya. Terutama tentu saja ilmu geodesi yang kurang populer di negeri ini. Semoga mengispirasi para geodet agar tidak tersesat dalam memilih karirnya.
- Danu Pujiachiri (Kartografer National Geographic Indonesia) Tadi di Trans Jakarta keasikan baca sampe hampir kelewatan, tahu-tahu halte saya turun udah sampe. Buat saya [buku ini] inspiring bangett.
- Giri Prayoga (Geolog, alumni UGM, penyiar radio) Membuat saya lebih bersemangat untuk meneliti dan intinya semangat yang membludak untuk mengayah [memberi pelayanan] kepada bangsa ini.
- Praptono Adhi (Alumni UNSW, Sydney, ESDM Jakarta) Very inspiring! Bermanfaat buatku buat tetep setia ngejar sekolah lagi.
- Novi T. Setiawan (A Regional Planner and freelance Geomatician, Jakarta) Kebiasaan burukku, membaca novel dalam semalam! Pantaslah disebut Memoar Geospasial! selanjutnya…
- Sigit Riyanto (Praktisi Geodesi-Geomatika, Jakarta) Brilliant! cerdas…bahasa teknis yang asing terasa sangat gamblang, mudah dipahami. Tuturan bahasa dan alurnya membawa kita seolah olah mengalami sendiri pelayaran di kapal Sonne, Sang Matahari. Jarang sekali seorang penulis mampu mengungkapkan kejujurannya yang elegan, mempesona dan very gentle. Bacaan wajib geodet sejati.
- Komang Andika (Mahasiswa Sastra UGM, Yogyakarta) Sama saktinya dengan Andrea Hirata. Lucu, pemilihan kata-katanya mantap! – dikirim lewat sms
- Adhi Lesmana (Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh) Manttaappp…ini kata yang pertama kali saya sampaikan untuk Bang Andi Arsana melalui email. Buku ini sangat menarik untuk mengetahui kehidupan di bawah laut. buku ini seharusnya bisa membuat masyarakat kita semakin peduli akan kekayaan alam laut yang kita miliki dan ternyata saya pun baru memahami bahwa untuk mengetahui dan meneliti kehidupan di bawah laut perlu perjuangan yang sangat berat, tidak hanya masalah biaya tetapi juga masalah ketepatan waktu dalam penelitian. Buku ini juga menceritakan bagaimana agar kita memahami dan menjaga hubungan baik dengan teman-teman beda bangsa. Salut buat Bang Andy, semoga negara kita tidak kekurangan pakar kelautan…Our ancestors are sailors. It must be in our blood..
- Surabaya Post Buku ini tidak hanya mengisahkan petualangan dengan sangat menarik, humanis, dan penuh pemaknaan yang dalam. Namun juga meramu berbagai pengetahuan tentang keilmuan yang sangat kontekstual, tanpa menggurui sama sekali. Sebuah buku yang sangat inspiratif, menggugah, dan penting. selengkapnya..
- Kang Taufan (Seorang Editor, Jakarta) Membaca “Cincin Merah di Barat Sonne” saya seperti mengulang pengalaman itu. Berada di tengah laut, menjadi kecil, dan tentu saja penuh ketakjuban. Keindahan laut tergambar nyata, dalam rangkaian kata yang terus mengalir, Andi Arsana, si penulis –mahasiswa doktoral Universitas Wollongong, Australia—berkisah layaknya mendongeng. Ekspresif, begitu rupa ekspresi ada. Dari kekaguman, ketakjuban, ketakutan, dan hal-hal konyol diceritakan. Humanis sekali… selengkapnya.
Buku ini mengungkap sisi lain dari perburuan ilmu pengetahuan. Isinya cerdas, kocak, mengharukan dan terutama inspiratif! - Najwa Shihab - Mata Najwa, Metro TV
Bravo! Great! Super! Seharusnya orang-orang yang lebih dulu dan lebih lama berkecimpung di dunia survei pemetaan dan data spasial – termasuk saya – juga lebih dulu dan lebih banyak melahirkan buku-buku, novel-novel dan kelak mungkin juga film-film – geospasial seperti ini.(Dr. Fahmi Amhar – Kepala Balai Penelitian Geomatika, Bakosurtanal & Peneliti Utama bidang Sistem Informasi Spasial)
Bli Andi memang seorang guru sejati. Jejak rasa cintanya terhadap keluarga, daerah asal, bangsa dan negara bertebaran di mana-mana dalam buku ini. Bli Andi adalah seorang idealis yang mempunyai rasa kebanggaan yang tinggi terhadap profesinya. Dengan membaca buku ini, akan terkuak lebih lebar lagi wawasan kita. (Sri Dean, Radio SBS Australia)